Selasa, 07 Desember 2010

Eubacteria

Bakteri
Eubacteria adalah makhluk hidup yang lebih dikenal luas sebagai bakteri. Kata eubacteria berasal dari awalan eu yang berarti sejati, dan bacteria yang berarti bakteri. Eubacteria berarti bakteri sejati. 

Contoh eubacteria, Escherichia coli atau lebih dikenal sebagai E. coli
Ciri Sel
Ciri sel tubuh bakteri meliputi ukuran, bentuk, struktur dan fungsi.
    •  ukuran tubuh bakteri bervariasi, beberapa ada yang diameternya 0,12 mikron sampai yang panjangnya ratusan mikron. Bakteri-bakteri ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Dari semua ukuran bakteri ini, yang paling kecil adalah Mycoplasma yang ukurannya 0,12 mikron. Sedangkan yang terbesar adalah Thiomargarita dengan ukuran 200 mikron.
    • Bentuk tubuh bakteri dibagi menjadi tiga kategori besar yaitu Coccus, Bacillus, dan Spirilum. Coccus berbentuk seperti bola, Bacillus berbentuk seperti batang atau silinder sedang Spirilum berbentuk lengkung atau spiral.
Struktur Eubacteria dapat dilihat dalam gambar berikut ini:
Seperti Tumbuhan dan Jamur, Eubacteria mempunyai dinding sel, tetapi dinding sel milik Eubacteria berbeda strukturnya dengan dinding sel milik Tumbuhan atau Jamur. Dinding sel dari Bakteria terdiri dari suatu zat yang bernama Peptidogklikan atau murein. Bakteri yang mempunyai lapisan peptidoglikan yang tebal (20-80 nanometer) disebut bakteri Gram-positif. Bakteri yang memiliki lapisan peptidoglikan tipis (7-8 nanometer) disebut bakteri Gram-negatif. Nama Gram sendiri berasal dari proses pewarnaan Gram yang dilakukan oleh ilmuwan Denmark, Christian Gram. Pada proses pewarnaan Gram, Bakteri Gram-positif akan berwarna kristal violet sedangkan Bakteri Gram-negatif akan berwarna merah atau merah muda.
Alat Gerak:
Terdapat banyak bakteri yang memiliki alat gerak yang berupa flagel. Berdasarkan jumlah dan tempat adanya flagel, bakteri dibagi menjadi 5 kategori yaitu:
A. Monotrik - terdapat satu flagel hanya pada satu ujung.
B. Lofotrik - terdapat sejumlah flagel pada satu ujung.
C. Amfitrik - terdapat satu flagel pada setiap ujung.
D. Peritrik - terdapat flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.
E. Atrik - tidak mempunyai flagel sama sekali.



    Archaebacteria

    Archaebacteria atau Archaea (dari bahasa Yunani: αρχαία "yang tua") adalah organisme sel tunggal yang tidak mempunyai nukleus. Oleh karena itu, Archaea dikelompokkan kedalam kingdom Prokariot. Archaebacteria tinggal di tempat tempat yang memiliki suhu atau kondisi extrem. Jenis bakteri ini ditemukan oleh Carl Woese pada tahun 1977.

    Bakteri Methanogen
    Archaebacteria jenis ini dapat bertahan di situasi yang sangat extrem seperti dibawah beberapa kilometer es di Greenland dan juga di padang gurun.
    Methanopyrus kandleri contoh Methanogen
    Bakteri Halofil
    Jenis bakteri ini berada di lingkungan-lingkungan yang memiliki kadar garam yang sangat tinggi. Satu contoh dimana halofil dapat berkembang biak dengan baik adalah di Laut mati dimana kadar garamnya sangat tinggi.
    C. salexigens salah satu contoh halofil
    Bakteri Termoasidofil
    Bakteri jenis ini dapat bertahan hidup dan berkembang biak di tempat tempat yang memiliki kadar asam (acid) yang tinggi dan juga tempat yang memiliki temperatur tinggi. Temperatur yang kondusif untuk bakteri jenis ini adalah 70-80°C. Bakteri ini dapat berada di tempat yang kadar asamnya mencapai 2-3 pH.
    Aciduliprofundum boonei